Kamis, 10 Agustus 2017

Ada Apa Dengan Desi Hari Ini?



Ada Apa Dengan Desi Hari Ini?
          Pagi ini langit terlihat cerah. Terlihat murid-murid dengan semangat memasuki sekolah. Desi sudah duduk dengan tenang di kelas. Ia tampak tak bersemangat. Berkali-kali ia menghembuskan napas berat, lalu menempelkan tangannya ke dagu. Yanti dan Silvi dengan santai masuk ke kelas. Mata mereka menangkap sosok Desi yang terlihat sangat muram.
          “Kenapa tuh anak?” tanya Yanti dengan suara pelan.
          “Nggak tau! Kesambet setan kali,” jawab Silvi asal.
          “Hush! Jangan ngaco kamu.” Yanti lalu duduk. Matanya masih menatap aneh pada Desi yang duduk sendirian.
          Hari ini Desi terlihat berbeda. Biasanya ia selalu ceria, tapi tidak hari ini. Ia terlihat sangat murung tak bersemangat. Tak hanya Yanti dan Silvi saja yang bingung, teman-teman sekelas pun menatap bingung padanya.
***
          Bel istirahat telah berbunyi. Beberapa murid bergegas menuju ke kantin. Begitu pula dengan Yanti dan Silvi yang bergegas merapikan buku. Mereka bersiap-siap hendak pergi ke kantin.
          “Des, kamu nggak ke kantin?” tanya Yanti menghampiri Desi di bangkunya.
          Tak sepatah kata keluar dari mulut Desi. Desi menatap Yanti dan Silvi yang kini ada dihadapannya, lalu menggelengkan kepalanya. Ia kembali termenung, asyik dengan pikirannya sendiri.Yanti pun duduk di samping Desi. “Kamu kenapa? Sakit, ya?”
          Desi menggeleng ketika tangan Yanti meraba keningnya. Tidak panas sama sekali. “Kamu ada masalah? Kalau ada masalah, cerita dong ke kita! Siapa tahu kita bisa bantu,” lanjutnya khawatir.
          “Aku nggak apa-apa, kok! Kalian berdua pergi aja!” ucap Desi tak bersemangat.
          Yanti dan Silvi akhirnya pergi meninggalkan Desi yang duduk sendiri di kelas. Mereka berdua merasa bingung dengan Desi hari ini.
***
          Keesokan harinya....
          Tak seperti biasanya Yanti dan Silvi datang ke sekolah pagi sekali. Hanya ada beberapa murid yang memasuki gerbang sekolah. Mereka berdua lalu bergegas masuk ke kelas. Tak terlihat sosok Desi di sana. Silvi melirik jam tangannya. Sudah pukul 07.00, tapi Desi belum juga datang.
          Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang. Desi datang ke sekolah dengan wajah yang begitu ceria. “Hai, teman-teman!” sapanya tersenyum lalu memarkirkan motornya.
          Yanti dan Silvi terlihat lega melihat sikap Desi yang seperti biasanya. Wajahnya kembali terlihat ceria, berbeda sekali dengan kemaren.
          “Akhirnya kembali lagi tuh anak,” ucap Silvi tersenyum lega.
          “Kalian berdua ngapain di sini?” teriak Desi menghampiri.
          “Kemaren kamu kenapa? Murung terus kerjaannya. Diajak ke kantin nggak mau,” tanya Yanti penasaran.
          “Iya, nih. Aneh banget kamu kemaren. Kesambet setan apa kemaren?” lanjut Silvi.
          “Gini ceritanya, beberapa hari ini Ayah janji mau beliin aku motor. Padahal sudah janji, tapi sampai kemaren belum juga dibeliin. Kukira Ayah lupa, ternyata motornya sudah ada di bagasi. Gimana motornya? Keren, kan?” ucapnya cengengesan.
          “Jadi, cuma gara-gara motor kamu murung sampe buat kita bingung,” ucap Yanti agak sewot.
          Desi hanya cengengesan. Ia lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Yanti dan Silvi hanya geleng-geleng kepala pada sahabatnya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Misteri Wanita Berbaju Merah

Misteri Wanita Berbaju Merah Aku selalu melihatnya setiap kali melintasi halte bis. Seorang wanita memakai baju merah berdiri di ...