This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 12 Mei 2018

Misteri Wanita Berbaju Merah



Misteri Wanita Berbaju Merah

Aku selalu melihatnya setiap kali melintasi halte bis. Seorang wanita memakai baju merah berdiri di sana. Tatapan matanya terlihat kosong, seperti tak ada tanda-tanda kehidupan di sana. Matanya selalu tertuju pada toko bunga di seberang jalan. Dia sama sekali tak menunjukkan pergerakan apapun. Dia tetap saja berdiri seperti patung di antara kerumunan orang-orang.
Rasa penasaran selalu muncul setiap kali aku melihatnya, tapi anehnya ada perasaan lain yang menahanku untuk tidak menghampirinya. Entah apa yang membuatnya betah berlama-lama di sana. Bagiku, sangat membosankan bila hanya menatap toko bunga itu tanpa masuk ke dalamnya. Tapi yang lebih membuatku penasaran, wanita berbaju merah itu selalu hilang setiap kali senja tiba.
Seperti hari-hari biasanya aku pulang ke rumah ketika langit mulai berwarna orange lembut. Aku berlari kecil menuju halte bis. Lagi-lagi, aku melihat wanita berbaju merah itu berdiri di sana. Aneh sekali, bis yang biasa menjadi alat transportasiku menuju rumah belum juga datang. Kulihat wanita berbaju merah itu tiba-tiba melangkahkan kakinya melintasi lalu-lalangnya kendaraan. Sebuah mobil terlihat melaju cepat ke arahnya.
“Awas, mobil!” teriakku spontan ke arahnya.
Bukannya menolong wanita berbaju merah itu, orang-orang malah menatapku aneh. Aku tak memperdulikan mereka, yang kuperdulikan saat ini hanyalah keadaan wanita berbaju merah itu. Aku melangkah maju, menerobos kerumunan orang-orang yang sedang menunggu bis. Betapa terkejutnya aku saat melihat wanita berbaju merah itu tak ada. Bulu kudukku seketika meremang. Semilir angin sayup-sayup menerpa ke arahku.
Tiba-tiba aku teringat cerita orang-orang mengenai kejadian tragis di halte bis itu. seorang wanita berbaju merah selalu berdiri di sana. Dia selalu menatap ke arah toko bunga di seberang jalan. Kabarnya, wanita berbaju merah itu menjadi gila karena kematian kakaknya. Dia menyalahkan dirinya atas kematian kakaknya. Kalau bukan karena menuruti keinginannya, kakaknya tak akan membeli bunga di toko itu dan tergesa-gesa menyeberang jalan. Pada tanggal yang sama dengan kematian kakaknya, dia bunuh diri di tengah jalan dekat halte bis itu saat senja tiba. Dia berdiri di tengah jalan hingga akhirnya sebuah mobil melaju kencang dan menabraknya hingga tewas.
Tepat di tengah jalan, wanita berbaju merah itu menatapku dengan seringainya yang menakutkan. Entah kenapa kedua mataku dapat melihat dengan jelas warna merah pada bajunya, warna merah darah. Aku bergindik ngeri melihatnya. Wajahnya kini terlihat pucat. Buru-buru aku masuk ke dalam bis yang kini terparkir di depanku.

Misteri Wanita Berbaju Merah

Misteri Wanita Berbaju Merah Aku selalu melihatnya setiap kali melintasi halte bis. Seorang wanita memakai baju merah berdiri di ...